Pendekatan Memahami Agama

1. Pendekatan Teologis Normatif

Upaya memahami agama dengan menggunakan kerangka Ilmu Ketuhanan yang bertolak dari suatu keyakinan bahwa wujud empirik dari suatu keagamaan dianggap sebagai yang paling benar dibandingkan dengan lainnya.(DR. H. Abudin Nata,MA, 1999:28). Pendekatan teologis bersifat subyektif, yakni bahasa sebagai pelaku, bukan sebagai pengamat. Karena bersifat partikulastik, dapat ditemukan dengan  mudah teologi Kristen-Protestan, teologi Kristen-Katolik dan seterusnya. Dalam intern umat beragama pun banyak ditemukan sekterian. Contoh dalam Islam klasik ada teologi Mu’tazilah, Khawarij dan Murji’ah.

2. Pendekatan Atropologis

Upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktek keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Melalui metode ini, agama terlihat akrab dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh manusia. (DR. H. Abudin Nata,MA, 1999:35)
Dalam kaitannya mengamati agama menurut Dawam Rahardjo mengutamakan pengamatan langsung, bahkan bersifat partisipatif.]
Melalui pendekatan antropologis, kita melihat bahwa agama ternyata berkolerasi dengan etos kerja dan perkembangan ekonomi suatu masyarakat. Dalam hubungan ini, maka jika kita ingin mengubah pandangan dan sikap etos kerja seseorang, maka dapat dilakukan dengan cara mengubah pandangan keagamaannya.

3. Pendekatan Sosiologis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s